Film Anak

Apa tujuanmu Berkarir? – Film “Baymax” Tahu Jawabannya!

Hiro (18) dan Tadashi (22) Hamada adalah kakak beradik, mereka tinggal dengan Tante mereka di San Fransokyo. Keduanya memiliki minat yang tinggi di dunia Robotik, namun keduanya juga memiliki perbedaan yang sangat jauh: Tadashi menempuh studi di Institut Robotik, di mana mahasiswa diberi kesempatan aktualisasi untuk meneliti dan melakukan eksperimen robotik. Hiro memutuskan untuk tidak kuliah. Ia berpandangan bahwa mahasiswa itu kutu buku, dan Hiro bukan kutu buku dan tidak mau menjadi kutu buku. Ia menciptakan robotnya sendiri dan mengadu robotnya dengan robot-robot lain di Robo-Fight-Club, di mana siapapun bisa mendapatkan uang ketika robotnya berhasil mengalahkan robot lain. Hiro banyak mengeluarkan uang untuk berpartisipasi di Robo-Fight, tapi juga banyak mendapatkan uang dari lawannya sebab ia selalu menang. Hingga polisi datang memergoki Robo-Fight-Club dan memasukkan seluruh partisipan Robo-Fight ke penjara. Namun Hiro dibebaskan dari penjara setelah Tantenya menjemputnya pulang ke rumah, tentunya dengan muka masam.

Tadashi tahu betul bahwa Hiro memiliki bakat luar biasa di dunia Robot. Ia tahu bahwa Hiro akan tertarik dengan dunia mahasiswa ketika ia melihat sendiri bagaimana realitas keseharian mahasiswa. Karena itu Tadashi ingin menunjukkan kepada Hiro tentang kehidupan mahasiswa di Institut Robotik. Pada suatu malam, Tadashi menawarkan Hiro untuk mengantarnya ke Robo-Fight-Club, di mana tentu saja Hiro sangat senang mendengarnya. Tadashi membonceng Hiro dengan sepeda motor pada malam itu juga, namun tidak melalui jalan yang biasa di tempuh Hiro untuk pergi ke Robo-Fight-Club, melainkan ke arah Institut Robotik. “Kenapa ke arah sini? Robo-Fight-Club kan ke arah sana?” tanya Hiro dengan marah-marah. Tadashi menjawab dengan tenang, “Aku mau ambil barang sebentar. Kamu bisa ikut  masuk atau tunggu di luar sampai aku kembali” lalu masuk ke dalam gedung Institut Robotik. Itu adalah metode Tadashi untuk membuat Hiro masuk ke dalam Institut Robotik, karena Tadashi tahu bahwa Hiro tidak akan mau diajak melihat-lihat Institut Robotik jika tidak terpaksa. Hiro melihat dengan mata kepalanya sendiri, betapa banyak robot-robot tercipta di Institut Robotik, dan betapa luar biasanya mereka: sebuah motor dengan roda magnet yang menggelinding dengan super cepat; sebuah plasma transparan yang sangat tajam, hingga buah apel yang dilemparkan kepadanya bisa teriris dengan sangat tipis seperti layaknya kertas; ada pula bola metal yang tiba-tiba bisa berubah menjadi gas; temuan-temuan robotik tersebut diciptakan oleh mahasiswa-mahasiswa yang merupakan sahabat Tadashi di Insitut Robotik.

big-hero-6-movie-sequel

Lalu Hiro ingin mengetahui apa proyek robotik yang sekarang dilakukan Tadashi di kuliahannya. Tadashi menunjukkan kepada Hiro dengan senang hati, apa yang telah ia ciptakan. Adalah Baymax, robot yang berfungsi sebagai konselor kesehatan untuk manusia. Hiro takjub dengan Baymax yang terlihat seperti robot marshmallow, sebab Baymax berperut gendut dan lembek seperti marhsmallow. Baymax akan keluar dari box nya ketika ia mendengar ada manusia di sekitarnya yang berkata, “Aw!” atau “Ouch”, dan memulai diagnosis secara otomatis. Ia mampu men-scan tubuh manusia dan menemukan titik luka atau penyakit yang diderita manusia tersebut. Dalam tubuh Baymax terdapat bermacam-macam alat kesehatan modern yang berhasil diinstall oleh Tadashi. Baymax selalu berusaha menyembuhkan keluhan manusia hingga 100% sebelum ia mengakhiri penanganannya. Ketika ia selesai dengan proses penyembuhan, ia akan bertanya pada pasien: “Apakah kamu puas dengan penanganan saya?” Jawabannya harus selalu bernada positif, agar Baymax kembali ke box nya.

Yang terpenting dari sebuah Baymax adalah Chips yang terpasang pada dadanya yang berfungsi sebagai setting pendiriannya. Tujuan Tadashi menciptakan Baymax adalah untuk menolong manusia yang sakit atau terluka hingga pulih, artinya Baymax tidak boleh melukai apalagi membunuh pasien selama penanganan kesehatannya. Dengan Chips hijau settingan Tadashi, Baymax akan selalu menjadi robot yang berbaik hati dan berjiwa penolong, seperti apa yang Tadashi ingin ciptakan sejak lama. Idenya tersebut datang dari prinsip hidup Tadashi, bahwa bakat dan minatnya harus memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat dunia. Prinsip tersebut mendarah daging dalam dirinya, hingga ia melakukan lebih dari 80 kali eksperimen dan tidak pernah menyerah, sampai pada akhirnya Baymax berfungsi dengan baik.

Karena itu ia pun ingin mengajarkan prinsipnya kepada Hiro, agar karir Hiro tidak berakhir di penjara melainkan untuk hal yang berguna. Hiro terbujuk dan berambisi untuk menjadi mahasiswa di Institut Robotik. Untuk itu Hiro harus membuat seorang Profesor terpesona atas karya robotnya agar Hiro diterima menjadi mahasiswa di Institut Robotik. Hiro memanfaatkan kesempatan untuk mengikuti pameran robotik, di mana setiap temuan robotik bisa dipresentasikan di depan publik, termasuk di depan para investor dan kalangan akademik. Dengan dukungan Tadashi dan teman-teman kuliah Tadashi, Hiro berhasil menciptakan robot magnetik yang mampu membaca pikiran manusia dan menunjukkan hasil pembacaan pikiran tersebut melalui robot metal mini bernama “Minirobo”. Profesor dari Institut Robotik takjub akan penemuan Hiro dan tanpa ragu mengundang Hiro untuk kuliah di Institut Robotik.

Dua bersaudara tersebut beserta teman-teman mahasiswa lainnya sungguh senang atas keberhasilan Hiro. Namun pada hari itu juga terjadi kecelakaan luar biasa yang menyebabkan Tadashi meninggal dunia. Hiro sangat sedih dalam duka cita yang sangat dalam, hingga ia mengabaikan perkuliahan yang sudah berlangsung beberapa bulan. Ia merasakan kehilangan seseorang yang sangat berharga, yang selama ini selalu memotivasinya dan mengajarkannya hal-hal yang luar biasa. Berbulan-bulan Hiro tidak keluar dari kamarnya dan tidak memakan makanan yang dibawakan Tantenya ke kamarnya.

Big-Hero-6-TV-Spot-14-Tadashi-Hiro-and-Baymax-big-hero-6-37660501-1280-720

Pada suatu hari, Hiro terjatuh di kamarnya dan spontan mengaduh “Ouch!”. Tiba-tiba muncul Baymax dari box nya yang terletak di bawah tempat tidur Tadashi dahulu. Hiro tidak tahu sebelumnya bahwa Baymax masih berfungsi. Meskipun Hiro tidak merasakan lagi sakit di kakinya, Baymax tetap mendapati Hiro sedang kesakitan. Melalui scanning otomatisnya, Baymax menyimpulkan bahwa Hiro tidak memiliki luka fisik, melainkan gangguan hormonal atau psikis yang disebabkan oleh kematian kakaknya. Karena itu Baymax tidak akan kembali ke box nya sebelum ia berhasil menyembuhkan sakit hati Hiro. Baymax bahkan berusaha menghubungi teman-teman kuliah Tadashi agar mereka dapat menghibur Hiro. Namun itu semua percuma, hingga Hiro mendapati sebab kematian Tadashi: Tadashi terbakar hangus di kecelakaan pada malam tersebut disebabkan ulah seorang investor. Ia memutuskan untuk membalas dendam dengan cara membunuh investor tersebut. Hiro menciptakan Chips baru berwarna merah yang membuat Baymax mampu melakukan serangan-serangan terhadap manusia: hal yang bertentangan dengan tujuan Tadashi menciptakan Chips hijau untuk Baymax sejak awal, yakni untuk menolong dan menyembuhkan manusia, dan bukannya melukai, merusak bahkan membunuh manusia.

Selama Hiro melancarkan proyek balas dendamnya, teman-teman mahasiswa Tadashi senantiasa berada di sampingnya untuk mengingatkannya, bahwa balas dendam tidak akan memulihkan keadaan menjadi lebih baik. Namun mereka tidak berhasil merubah keputusan Hiro untuk balas dendam, hingga suatu hari Baymax menunjukkan video-video tentang eksperimen Tadashi yang berulang kali gagal hingga keberhasilannya di akhir video. Dari situ Hiro bisa melepas rindu sekaligus mengambil kesimpulan, bahwa apa yang selama ini ia rencanakan bertolak belakang dari apa yang Tadashi harapkan. Tadashi tidak menginginkan kesengsaraan manusia melalui penemuan-penemuan robotiknya, melainkan kesejahteraan. Sejak itulah Hiro memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek balas dendamnya. Ia bertekad untuk menggunakan bakat dan minatnya dalam dunia robotik untuk menolong manusia, dan teman-teman mahasiswa Tadashi – yang sekarang adalah teman terbaik Hiro, serta Baymax pun turut mengikuti tekad Hiro tersebut.

Sekarang Hiro merasa jauh lebih baik, ia tidak lagi larut dalam kesedihan dan mampu move on ke kelas perkuliahan di Institut Robotik bersama-sama dengan teman-teman terbaiknya. Mereka kini memfokuskan bakat dan minat robotik mereka untuk menolong masyarakat, seperti apa yang menjadi prinsip Tadashi. Tadashi memang tidak ada secara fisik, namun prinsip Tadashi akan selalu berada di genggaman Hiro, Baymax dan teman-teman mahasiswanya: bakat dan minat akan mengantarkan pada karir cemerlang, namun apa artinya karir cemerlang ketika masyarakat tidak merasakan manfaat darinya?

131008_big

Bagaimana dengan kamu? Jika tujuanmu berkarir saat ini adalah untuk mendapatkan gaji saja, coba pikir-pikir lagi dan tonton film “Baymax”! Selamat menonton dan semoga termotivasi!

P.S.

Selain itu terdapat juga pesan moral lainnya dari Baymax dan Tadashi:

  1. Ketika kita dihadapkan pada sebuah masalah dan ingin memecahkannya, maka seringkali satu-satunya cara adalah dengan merubah sudut pandang kita.
  2. Merencanakan hidup itu penting agar tidak banyak waktu yang terbuang sia-sia (“Merencanakan” dan “Mengkhayal” adalah dua hal yang sangat berbeda. Pembahasan keduanya akan diterbitkan di artikel yang akan datang)
  3. Meskipun perencanaan itu penting, kita harus mempersiapkan psikologis kita, bahwa dalam kehidupan terkadang terjadi kejutan-kejutan dan hal yang tak terduga. Jadi jangan kaget yaa!

2 thoughts on “Apa tujuanmu Berkarir? – Film “Baymax” Tahu Jawabannya!”

    1. terimakasih mas Rizaldy. hikmah itu bisa diambil di mana-mana, yang paling saya syukuri adalah keberadaan film-film yang mampu menghibur kita dari kejenuhan menuju kebahagiaan, dan di waktu yang sama kita diedukasi oleh hikmah-hikmah di balik film tersebut….hanya dan jika kita pandai menelusuri hikmah di baliknya.
      semoga blog ini mampu menginspirasi orang banyak untuk pandai mengambil hikmah, agar hidup lebih produktif dan bermakna.

      salam, Vadhiliya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s