Cloth Diaper

Ragu Pilih Clodi? – Jawaban atas Keraguanku

Pernahkah kalian mendengar suara hati yang ragu-ragu untuk memakaikan popok kain? Seperti: “cobain clodi gak yaa? Gimana kalo gak worthed? Nanti jadi percuma beli? Gimana kalo apa yang aku baca di internet tentang pro clodi itu cuma marketing produsen clodi doang? Gak sesuai kenyataan?”

Aku pernah begitu, berbulan-bulan lamanya. Dan setelah melalui masa galau, pada akhirnya aku memutuskan untuk berpikir rasional. Aku list keraguan-keraguanku dan melakukan research untuk setiap poin keraguan itu. Setelah research, hati tetap tidak tenang dan sebersit keraguan pun masih ada. Memang sepertinya manusia harus punya pengalaman empiris agar bisa percaya 100%, langsung dicoba di depan mata. Alhasil beli lah aku dua buah popok kain untuk percobaan. Semakin real lagi pengalamanku dengan popok kain ketika Mariam lahir. Dan al hamdu lillah, apa yang aku research di internet dan apa yang aku alami secara real tidak jauh berbeda.

Nah, agar ibu-ibu maupun calon ibu yang lain juga tidak perlu banyak melalui masa galau seperti aku, insha Allah, artikel ini akan membantu membawa ibu dan para calon ibu untuk menemukan keputusan yang terbaik untuk keluarga.

#1 Ragu karena Clodi mudah bocor

Ini tidak benar. Berdasarkan pengalamanku, popok sekali pakai / pospak ampuh dalam menyerap pipis, namun sangat lemah dalam menyerap pupup dan mencegah pupup bocor keluar. Seringkali pupup (yang cair di masa pra-MPASI atau ketika mencret) bocor ke bagian punggung bayi ketika berbaring atau ke bagian perut ketika tengkurap. Ini dikarenakan pospak mengandung “Superabsorber“, yang sebenarnya tidak hanya menyerap cairan, namun juga mampu mengubah cairan menjadi gel sehingga lebih stabil dan tidak kesana kemari. Namun zat ini tak mampu menyerap pupup, karena sifatnya yang tidak 100% cair seperti halnya pipis.

Sedangkan popok kain tidak mengandung bahan sintetis tersebut. Penyerap popok kain mengandalkan kain untuk menyerap cairan kotor, baik kain berbahan alami seperti bambu, serat hemp dan katun, maupun berbahan sintetis, seperti polyester atau mikrofleece. Pada popok kain, cairan yang diserap tidak diubah menjadi gel, melainkan tetap cair. Sedangkan pupup lebih bisa ditangkap oleh kain berbahan handuk terry, sebab tekstur terry yang katun nya memanjang ke atas dalam jumlah yang banyak mampu menahan zat kental untuk tetap berada pada posisinya.

Selain itu, popok kain seringkali dilengkapi oleh border berkaret yang rekat menempel pada punggung, perut ataupun paha bayi. Karenanya, cairan pipis mupun pupup lebih sulit keluar dari popok kain.

Not-to-do Clodi:

  1. Menggunakan kain licin dan datar sebagai lapisam teratas (potensi bocor)
  2. Memakai popok kain tanpa bahan waterproof
  3. Tidak mengganti bahan penyerap lebih dari 2 sampai 3 jam (potensi bocor)
  4. Menggunakan terlalu banyak kain di dalam popok (potensi bocor dan bayi tak nyaman)
  5. Tidak segera mengganti popok setelah pupup (potensi bocor dan tidak sehat bagi bayi)
  6. Memakaikan popok yang ukurannya tidak pas dengan pinggul dan paha bayi (potensi bocor dan bayi tak nyaman)

To-do Clodi

  1. Memakai bahan penyerap dan waterproof
  2. Meletakkan kain handuk terry sebagai lapisan teratas (cegah bocor)
  3. Mengganti popok setiap 2 sampai 3 jam sekali (cegah bocor dan iritasi)
  4. Memakaikan dua buah kain penyerap (saranku, menumpuk kain terry di atas dan kain lain di bawahnya)
  5. Untuk malam hari, memakaikan maximal 3 lapis kain penyerap yang dipakai tidak lebih dari 8 jam (based on my personal experience)
  6. Menyegerakan ganti popok setelah bayi pupup (cegah bocor dan penyakit)
  7. Menyesuaikan ukuran popok dengan pinggul dan paha bayi
  8. Memastikan tidak ada rongga antara paha bayi dengan border karet (teknik menyisir)
  9. Mengikuti instruksi pencucian dan perawatan popok kain dengan benar, karena setiap produsen popok menyediakan bahan yang berbeda-beda
  10. Tersenyum dan bersabar jika kadang kala clodi nya tetap bocor

Nah, kalau poin ke-8 ini aku coret, karena boleh lah para ibu dan ayah marah-marah sedikit jika clodi anak bocor, meskipun kita sudah melakukan to-does di atas dan mencegah melakukan not-to-does di atas. Maka penyebabnya ada beberapa kemungkinan:

  • Bayi sangat aktif, sehingga posisi kain atau bahan waterproof bergeser. Namun ini cenderung terjadi jika ukuran clodi nya terlalu besar untuk bayi. Jadi, sesuaikanlah ukurannya yaa
  • Kain atau bahan waterproof nya rusak. Nah ini mah pakai prinsip innalillahi wa inna ilaihi raji’un.. bahan yang rusak ganti dengan yang baru yaa

Kalau menurutku pribadi, pospak dan popok kain sama-sama besar potensi bocornya. Namun bocornya clodi lebih sering di bagian paha atau selangkangan, sehingga bayi hanya harus ganti celana (atau ganti kaos dalam) dan di lap. Sedangkan bocornya pospak yang seringkali di bagian punggung atau perut membuat kita harus memandikan bayi setiap kali bocor. Jadi jangan khaw

Bocor di bagian paha, hanya perlu ganti celana

#2 Ragu karena Clodi membuat kulit bayi iritasi

Ini tidaklah benar. Sebab dibandingkan pospak yang mengandung bahan kimia sintetis, kain-kain pada clodi yang menyentuh kulit bayi adalah bahan yang alami dan tidak agresif sama sekali.

Secara umum, ada beberapa alasan mengapa kulit pantat bayi ruam-ruam:

  • Kualitas popok yang rendah.

Baik pospak maupun popok kain harus memenuhi syarat kesehatan. Permukaan popok yang menyentuh kulit bayi harus bersifat nonagresif, misalnya bahan alami. Popok harus menyediakan ruang untuk sirkulasi udara agar pantat bayi tidak pengap, sehingga bahan waterproof tidak boleh air-proof juga.

  • Kesalahan mencuci

Kalau pospak langsung dibuang ke tong sampah. Pada popok kain, terdapat cara mencuci yang berbeda-beda tergantung bahan yang ada pada popoknya. Ada produsen yang merekomendasikan pencucian pakai tangan, ada yang pakai mesin cuci, ada yang baiknya dijemur di bawah matahari, ada yang baiknya dijemur di tempat teduh (di angin). Jika salah cara pencuciannya, tekstur bahan bisa menjadi kasar atau bahkan bakteri dari pupup tidak hilang 100%. Inilah yang menunjang luka pada kulit pantat bayi hingga ruam-ruam. Karena itu, lebih baik mengikuti instruksi yang ditetapkan oleh produsen popok kain, agar pencucian menjadi efektif dan kulit bayi pun tetap terjaga.

  • Kesalahan penggunaan

Misalnya kalau popok yang sudah full tidak segera diganti, kulit bayi berada dalam keadaan lembab terlalu lama. Bakteri jahat pun akan merasa nyaman dengan kelembaban tersebut. Pada dasarnya, popok memang harus diganti setiap 2 jam sekali untuk mencegah iritasi kulit.

Jadi, popok kain tidak memicu iritasi kulit jika memilih bahan berkualitas, serta digunakan dan dicuci sesuai instruksi.

#3 Ragu karena Clodi membuat bayi sulit bergerak / sulit latihan motorik

Ini ada benarnya. Namun pengalamanku, Mariam sudah bisa berguling memakai popok kain di usia yang cukup muda, yakni 3,5 bulan. Beberapa hari sebelumnya, ia berhasil menggulingkan badannya dalam keadaan tanpa popok dan itu ia lakukan berkali-kali. Nampaknya setelah terbiasa berguling tanpa popok, menjadi lebih mudah baginya untuk belajar berguling dengan popok.

Karena popok kain terdiri dari lapisan-lapisan bahan yang ditumpuk pada area pinggul bayi, orang tua khawatir anaknya tidak bisa bergerak bebas dan akhirnya gerakan motorik kasarnya terhambat (misalnya sulit mengangkat kedua pahanya ke atas perut, sulit berguling dan akhirnya terlambat merangkak).

Kekhawatiran ini bisa jadi kenyataan jika orang tua tidak memberikan stimulus motorik pada bayi. Karena logikanya, semakin ringan beban yang dipakaikan pada bayi, semakin mudah bagi bayi untuk bergerak bebas. Sehingga memang disarankan untuk secara rutin menstimulasi bayi dengan membiarkannya berbaring tanpa dipakaikan popok maupun celana sama sekali, 30 menit per hari misalnya. Selain membiarkan kulit pantat bayi ‘bernapas’ secara rutin, bayi akan memiliki kesempatan untuk bereksperimen lebih dengan kedua kakinya, tanpa sehelai kain pun yang menghambat eksplorasinya. Tekstur kulit yang tidak licin seperti celana ataupun popok akan mempermudah bayi untuk menopang dirinya di atas lantai. Dan bayi bisa optimal menggerakkan sendi-sendi mereka.

Tentu saja bayi akan bergerak sesuai dengan usianya. Di usia 4 sampai 5 bulan, biasanya bayi sedang aktif-aktifnya menggerakkan anggota tubuhnya, hingga ia bisa tengkurap sendiri dan mencoba untuk merangkak. Pada masa ini, baiknya orang tua beri bayi kesempatan untuk telanjang di atas lantai atau alas waterproof, lalu orang tua duduk di samping bayi untuk berjaga-jaga kalau bayi pipis atau pupup, agar bisa langsung dibersihkan. Setelah selesai, bayi bisa dimandikan dan kemudian dipakaikan popok kain lagi.

#4 Ragu karena beli Clodi mahalnya minta ampun

Ada yang berpikiran bahwa beli popok kain itu lebih mahal daripada beli pospak. Karena harga beli per pack pospak hanya berkisar Rp30.000,- sementara satu set popok kain harganya 3 juta rupiah, dan harus beli ukuran yang lebih besar seiring pertumbuhan bayi.

Opini ini patut diluruskan. Karena nyatanya, pospak itu jauh lebih mahal harga belinya.

  1. Pospak harus dibeli berulang-ulang sampai bayi bisa ke toilet secara mandiri. Jika bayi membutuhkan 5000 lembar pospak selama 2 tahun, maka harga beli totalnya juga mencapai 2 juta lebih. Belum lagi kalau bayi masih harus pakai popok sampai umur 4 tahun, maka biaya yang keluar bisa mencapai 4 juta rupiah.
  2. Biaya beli pospak berlipat ganda sesuai jumlah anak. Misalnya dalam waktu 10 tahun ada 3 anak yang harus dipopokin. Dengan pospak, total biaya popok untuk anak-anak menjadi tiga kali lipatnya, yakni 6 juta bahkan sampai 12 juta rupiah. Karena pospak tidak bisa dipakai ulang, melainkan harus dibuang.
  3. Beli satu set popok kain seharga 3 juta rupiah cukup untuk pemakaian bertahun-tahun, tak perlu beli lagi. Kalau dicuci dan dirawat dengan baik, maka popok kain semakin tahan lama. Sampai anak ke-empat pun, popok kainnya tetap sama.
  4. Popok kain modern biasanya hanya membutuhkan satu sampai tiga ukuran saja untuk bayi yang baru lahir hingga bayi bisa ke toilet sendiri. Ini dikarenakan adanya knop yang dijahit pada bagian luar popok kain. Jika pinggul atau paha bayi membesar, maka knop juga bisa dipasang lebih longgar. Sehingga tidak perlu membeli popok kain baru di setiap pertambahan usia bayi.

Tips: kalau tidak beli yang One-Size, maka jangan dulu beli ukuran yang besar (15kg ke atas). Karena kita tidak tahu kapan anak kita bisa ke toilet dengan mandiri. Karena berdasarkan pengalaman banyak ibu, bayi pemakai popok kain melakukan toilet training lebih cepat daripada bayi pemakai pospak. Agar pembelian clodi ukuran besar tidak menjadi sia-sia, sebaiknya tunggu dulu yaa.

#5 Ragu karena Clodi ribet cucinya dan gak bersih pula

Ini poin yang subjektif, tidak bisa digeneralisir. Ada yang memandang bahwa cuci clodi itu santai, meskipun mereka mencuci dengan tangan. Ada yang memandang cuci clodi ribet, meskipun mereka mencuci pakai mesin. Tergantung point of view setiap orang.

Fakta nya adalah: dibandingkan pospak yang tidak perlu dicuci melainkan langsung dibuang, popok kain membutuhkan waktu dan tenaga kita untuk mencucinya. Namun ribet atau tidaknya pencucian, tergantung situasi dan kondisi masing-masing orang. Yang mencuci dengan mesin cuci logikanya lebih santai daripada yang harus mencuci pakai tangan. Dan keduanya (cuci manual atau pakai mesin) sama-sama efektifnya jika memenuhi persyaratan.

Syarat-syarat efektivitas mencuci tersebut adalah:

  • Air bersih, yang bisa diganti ketika sudah kotor. Kalau cuci pakai ember, maka harus ganti air dengan manual. Sedangkan mesin cuci mengganti air secara otomatis.
  • Temperatur minimal 60°C. Lebih mudah jika ada mesin cuci dengan program hot-wash, yang umumnya selalu ada pada mesin cuci bukaan depan. Jika cuci manual, maka bisa memakai pemanas air atau memasak air di kompor. Jangan lupa untuk melindungi tangan dengan sarung tangan tebal agar tangan tidak terbakar. Menjemur di bawah sinar matahari juga efektif membunuh kuman dan menghilangkan flek.
  • Gesekan/kucekan. Seperti halnya mengkucek pakaian dengan tangan, popok juga harus dikucek. Jika pakai mesin cuci, putaran mesin akan membuat popok saling bergesekan satu sama lain. Ini cukup untuk membuat kotoran terlepas dari kain.
  • Deterjen, yang mana setiap rumah tangga pasti punya bahan ini. Deterjen harus digunakan tanpa tambahan zat pelembut (no softener) atau zat pewangi (parfume-free). Terdapat deterjen dengan kualitas yang berbeda-beda. Disarankan memakai deterjen tak ber-enzim.
  • Pengeringan, baik memakai mesin pengering maupun memakai jemuran. Kalau memakai mesin pengering, cukup menggunakan program level rendah, agar bahan popok tidak cepat rusak. Prinsipnya, setelah dicuci, popok kain tidak boleh dibiarkan terlalu lama dalam kondisi lembab, karena bakteri baru bisa berkembang biak. Jadi penjemuran harus disegerakan.
Flek/pigmen bilirubin pada kain penyerap tidaklah kotor jika tak berbau

Bagaimana dengan flek pupup pada popok kain? Berdasarkan pengalamanku, sebagian besar flek akan hilang setelah dicuci di mesin. Sebagiannya lagi sulit hilang apabila terlalu lama dibiarkan, sehingga untuk menghilangkannya harus dijemur di bawah sengatan sinar matahari, atau terus dicuci berulang kali sambil terus dipakai. Yang harus dipahami adalah, flek bukanlah kotoran. Flek yang ‘bandel’ pada popok adalah murni zat pewarna bilirubin yang ada pada setiap pupup. Pigmen warna boleh tidak hilang, namun bakteri dan bau harus hilang. Jika bau masih ada setelah dicuci, maka ada kesalahan dalam mencuci popok, sehingga harus dicuci ulang sebelum dipakaikan lagi pada bayi, sampai baunya hilang.

#6 Ragu karena Clodi yang kotor menyebar bau dan akan cepat dikerumuni lalat

Ini benar… JIKA Clodi tersebut disimpan di tempat yang lembab tanpa ada pertukaran udara sama sekali dan dibiarkan terbuka. Seperti tumpukan sampah organik yang diletakkan di dalam wadah plastik dan dibiarkan terbuka, yang seringkali mengundang para lalat. Selain lembab, wadah dibiarkan terbuka sehingga bau menyebar kemana-mana dan membuat ruangan menjadi suntuk dan bau.

Solusi terbaik adalah dengan memasukkan clodi yang kotor ke dalam Wetbag, yang mampu mencegah kelembaban serta meminimalisir penyebaran bau. Wetbag terbuat dari lapisan polyurethan tipis yang bersifat waterproof, tapi tidak airproof, sehingga pertukaran udara tidak terhambat dan kelembaban pun menjadi lebih rendah. Karena bakteri berkembang biak secara pesat di tempat yang kelembabannya tinggi, maka di dalam wetbag, bakteri berkembang biak lebih lambat. Semakin sedikit bakteri, semakin sedikit pula bau yang dihasilkan.

Wetbag dari WindelManufaktur

Tidak mungkin mencegah bau 100%. Karena popok yang di atasnya terdapat pupup pasti memiliki bau. Wetbag mampu meredam partikel udara yang membawa bau. Jika kita menjaga agar wetbag selalu dalam keadaan tertutup (resletting selalu ditutup), BAU YANG TERCIUM SANGAT MINIMAL. Bau akan tercium hanya ketika kita berada 30 cm di dekat wetbag saja. Dan berdasarkan pengalamanku, bau dari wetbag ini tidak cukup untuk mengundang lalat. Lalat lebih merasa diundang di dapur, di mana sampah organik biasanya kami kumpulkan.

Selain menjaga agar wetbag selalu tertutup, ada beberapa hal penting lainnya yang patut dilakukan untuk mencegah bakteri, bau serta lalat pada wetbag:

  • Mencuci wetbag setiap 2-4 hari sekali. Biasanya wetbag aku cuci di mesin cuci bersamaan dengan popok kain. Karena itu, disarankan untuk memiliki 2 buah wetbags, agar selalu ada wetbag untuk popok kotor ketika wetbag yang lain sedang dicuci.
  • Ketika mencuci wetbag di mesin cuci, gunakan jaring cucian untuk mencegah goresan pada lapisan wetbag agar sifat waterproof-nya tetap terjaga.
  • Meletakkan wetbag di dalam ruangan yang berventilasi atau berjendela, agar ada cukup udara segar. Kami letakkan wetbag di dalam kamar bermain anak di dekat jendela. Hasilnya, kami tidak mencium bau sama sekali di ruangan, hanya kadang-kadang tercium bau ketika kita berada di dekat wetbag untuk mengganti popok anak. Tidak ada lalat yang mengerumuni wetbag kami.
  • Tidak disarankan menggunakan ember sebagai ganti wetbag. Karena ember yang ditutup akan menciptakan kelembaban yang tinggi. Jika ember terbuka, maka bau akan menyebar dan mengundang lalat.
Wetbag dan bahan polyurethan lainnya di dalam jaring cucian
Positif negatif pada tiap pilihan
Sesuaikanlah dengan kebutuhan
Tiada yang salah dengan popok bahan
Ia tak separah yang kau bayangkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s